Google
 

Wednesday, October 2, 2013

Hipertensi Atau Darah Tinggi

>

Obat Darah Tinggi dan Askepnya 
Melakukan asuhan keperawatan dan tindak lanjut serta pengobatan dengan obat darah tinggi adalah suatu keharusan bagi penderita hipertensi atau darah tinggi. Namun, sebelum membahas tentang cara asuhan perawatan atau pola hidup sehat dan obat darah tinggi, terlebih dahulu akan dipaparkan tentang apa itu darah tinggi, kalasifikasi darah tinggi, berapa sih tekanan darah yang normal dan tidak normal, gejala-gejala hipertensi, penyebabnya. Disamping itu juga akan disampaikan tips untuk mengobati hipertensi.

Tekanan darah tinggi juga disebut sebagai penyakit hipertensi adalah suatu penyakit yang paling sering terjadi pada sistem jantung dan pembuluh darah atau kardiovaskular. Tekanan darah itu mengacu pada kekuatan dorongan darah terhadap dinding arteri ketika dalam proses mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Bisa diibaratkan seperti udara yang berada dalam sebuah ban atau air dalam sebuah selang, darah mengisi arteri dengan kapasitas tertentu. Sama halnya seperti tekanan udara yang terlalu banyak dalam sebuah ban akan dapat merusak ban tersebut atau pada sebuah selang yang terlalu banyak air sehingga dorongan tersebut terlalu kuat sehingga selang dapat mengalami kerusakan, tekanan darah tinggi dapat berdampak buruk pada arteri yang sehat dan menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa seperti penyakit jantung dan stroke.

Penyakit darah tinggi atau hipertensi adalah merupakan penyebab utama stroke dan penyebab utama serangan jantung . Jika anda, keluarga anda, teman anda atau sahabat anda mengalami tekanan darah tinggi, anda perlu melakukan pemeriksaan darah rutin sendiri atau kepada tempat pelayanan kesehatan atau dokter, sehingga gejala penyakit dapat terdiagnosis dengan pasti. Dengan demikian anda dapat berkonsultasi dan belajar serta melakukan perawatan dan pengobatan darah tinggi untuk mengontrol penyakit tekanan darah tinggi. 

Tekanan darah adalah ukuran kekuatan darah mendorong dinding pembuluh darah . Jantung berfungsi memompa darah ke dalam arteri ( pembuluh darah ), yang tujuannya membawa darah ke seluruh tubuh. Tekanan darah tinggi, juga disebut hipertensi, adalah penyakit yang berbahaya karena kondisi ini membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh sehingga kompensasinya adalah berdampak buruk pada pengerasan arteri atau pembuluh darah atau disebut aterosklerosis, dan akhirnya berkembang menjadi gagal jantung . 

Berapakah tekanan darah normal manusia? 

Pembacaan tekanan darah pada hasil pengukuran dengan tensimeter terdapat dua ukuran yaitu tekanan atas ( sistolik ) dan ukuran atau angka pada tekanan bawah ( diastolik ) dengan rentang pengukuran sebagai berikut: 
  • Normal : Kurang dari 120 dan 80 ( 120/80 )
  • Prehipertensi : 120-139 dan 80-89 
  • Darah tinggi Tahap 1 : 140-159 dan 90-99  
  • Darah tinggi Tahap 2 : lebih dari 160 dan lebih dari 100. 
Orang-orang yang mempunyai tekanan darahnya berada di atas kisaran normal harus berkonsultasi dengan dokter untuk membuat dan merencakan langkah yang harus dilakukan untuk menurunkan tekanan darah mereka. 

Klasifikasi atau pembagian tingkat hipertensi adalah sebagai berikut : 
  • Tekanan darah normal : kurang dari 120/80 
  • Prehipertensi : 120-139/80-89 
  • Hipertensi : lebih dari 140/90
  • Hipertensi tahap 1 :140 - 159 / 90-99 
  • Hipertensi Tahap 2 : tekanan sistolik lebih dari 160 dan tekanan sistolik lebih dari 100 
Penyebab darah tinggi 

Penyebab yang pasti dari hipertensi belum diketahui dengan pasti, namun beberapa faktor dan kondisi yang mungkin menjadi faktor predisposisi terjadinya darah tinggi antara lain: Berat badan yang berlebihan atau overweight/obesitas, Kurangnya aktivitas fisik atau olahraga, Merokok, Terlalu banyak garam dalam diet makanan, Terlalu banyak konsumsi alkohol yaitu lebih dari 1 sampai dengan 2 botol per hari, faktor Stres, Usia yang lebih tua lebih berpotensi mengalami darah tinggi, Genetika atau keturunan, Adanya riwayat penyakit keluarga yang mempunyai tekanan darah tinggi, Penyakit ginjal yang kronis, Gangguan atau masalah pada kelenjar adrenal dan tiroid 

Salah satu aspek yang paling berbahaya dari hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah bahwa ketidaktahuan penderita bahwa mereka menderita hipertensi. Pada kenyataannya, hampir sepertiga [1/3] orang yang memiliki tekanan darah tinggi mereka tidak tahu bahwa mereka mengalami hipertensi. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah tekanan darah anda tinggi adalah dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah tinggi teratur. Hal ini sangat penting bagi anda terutama jika anda memiliki anggota keluarga atau kerabat dekat yang memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi. 

Tanda dan gejala darah tinggi atau hipertensi

Apabila seseorang mempunyai tekanan darah yang sangat tinggi, terdapat tanda dan gejala darah tinggi tertentu yang harus diwaspadai, yaitu sebagai berikut : Rasa sakit kepala hebat, Nyeri dada, Susah bernapas, Detak jantung tidak teratur, Kelelahan atau kebingungan, Gangguan atau masalah pada penglihatan misalnya kabur, Terdapat darah dalam urin ketika kencing [disebut urinemia], Rasa berdebar-debar di dada, leher, atau telinga 

Jika terdapat tanda dan gejala-gejala seperti yang tersebut di atas, segeralah bawa penderita untuk periksa ke dokter tempat pelayanan kesehatan. Kondisi-kondisi tersebut di atas bisa mengakibatkan terjadinya gangguan yang disebut krisis hipertensi yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke . Hipertensi atau darah tinggi yang tidak diobati dapat menyebabkan penyakit-penyakit serius seperti stroke, penyakit jantung, gagal ginjal dan masalah atau gangguan pada mata 

Tujuan pengobatan darah tinggi atau hipertens

Tujuan pengobatan adalah untuk menurunkan tekanan darah tinggi dan melindungi organ-organ penting , seperti otak, jantung, dan ginjal dari potensi terjadinya kerusakan pada organ vital penyokong kehidupan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa, pengobatan pada darah tinggi atau hipertensi berkaitan erat dengan penurunan serangan stroke ( berkurang rata-rata 35 % -40 % ), serangan jantung ( 20 % -25 % ), dan gagal jantung ( lebih dari 50 % ). 

Merubah pola dan gaya hidup untuk pencegahan, perawatam dan pengobatan Tekanan Darah Tinggi 

Langkah yang sangat penting untuk mencegah dan mengobati tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah dengan pola dan gaya hidup sehat. Untuk menurunkan tekanan darah tinggi beberapa perubahahn dalam pola dan gaya hidup yang sebaiknya dilakukan antara lain sebagai berikut : 
  • Menurunkan berat badan jika anda mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. 
  • Berhentilah merokok jika anda merokok. Dan jika anda tidak merokok, janganlah mencoba-mencoba untuk merokok. 
  • Makan makanan yang sehat dengan menggunakan aturan dan pola diet sehat, di antaranya makan lebih banyak buah, sayuran, dan pilihlah produk susu yang rendah lemak, kurang konsumsi lemak jenuh [lemak yang tidak sehat]. 
  • Kurangi jumlah konsumsi atau asupan garam atau natrium dalam makanan anda. Sebaiknya asupan garam adalah kurang dari 1.500 miligram per hari jika anda saat ini menderita tekanan darah tinggi atau hipertensi. Orang dewasa yang sehat harus membatasi asupan sodium tidak lebih dari 2.300 miligram per hari ( yaitu konsumsi garam hanya sekitar 1 sendok teh) . 
  • Lakukan aktifitas olahraga aerobik secara teratur ( seperti jalan cepat minimal durasi 30 menit setiap harinya, dan lakukan hal ini selama beberapa hari dalam seminggi ) .
  • Hindari minum alkohol atau batasi konsumsi alkohol hanya dua gelas sehari bagi pria , dan satu gelas sehari untuk wanita. 
Langkah dan pola hidup sehat di atas selain berguna dan membantu menurunkan tekanan darah tinggi atau dipertensi, langkah-langkah ini juga bisa membantu untuk meningkatkan efektivitas obat tekanan darah tinggi atau hipertensi serta untuk tindakan asuhan keperawatan tekanan darah tinggi atau hipertensi. 

Obat Darah Tinggi atau hipertensi 

Ada beberapa jenis obat darah tinggi yang biasanya digunakan dokter untuk mengobati tekanan darah tinggi, yaitu sebagai berikut: Angiotensin II receptor blocker ( ARB ), Angiotensin - converting enzyme ( ACE ) inhibitor, Diuretik, Alpha - blocker, Alpha - agonis, Beta - blocker, Kalsium channel blocker, inhibitor Renin, Dan Obat Kombinasi 

Obat darah tinggi atau hipertensi jenis Diuretik sering direkomendasikan oleh dokter sebagai obat terapi pertama bagi kebanyakan orang yang mempunyai hipertensi atau tekanan darah tinggi. Akan tetapi, dokter mungkin dikarenakan adanya masalah kesehatan tertentu dari pasien, akan memberikan obat selain diuretik sebagai obat pertama terapi darah tinggi. Sautu contoh, dokter mungkin memberikan obat jenis ACE inhibitor yang menjadi pilihan pertama untuk penderita dengan kondisi atau masalah kesehatan mempunyai penyakit gula darah atau diabetes militus. 

Jika salah satu obat ternyata tidak memberikan hasil atau tidak sesuai dengan indikasi medis, makan dokter bisa menggunakan obat jenis lainnya dari obat darah yang tersedia. Jika tekanan darah penderita lebih dari 20/10 poin lebih tinggi dari yang seharusnya, dokter mungkin akan memulai pengobatan dengan menggunakan dua obat atau memberikan obat darah tinggi kepada pasien dengan resep obat kombinasi. 

Rencana tindak lanjut pengobataan Tekanan Darah Tinggi atau hipertensi 

Setelah penderita memulai terapi atau pengobatan dengan obat tekanan darah tinggi, penderita sebaiknya secara rutin selalu memeriksakan diri ke dokter setidaknya sekali dalam sebulan sampai tujuan pengobatan pada tekanan darah tinggi sudah tercapai. Kemudian periksa dokter sekali atau dua kali dalam setahun, dokter akan memeriksa tingkat kalium dalam darah penderita dan elektrolit lain dan kadar kreatinin untuk memeriksa kesehatan ginjal penderita. 

Setelah tujuan dari tekanan darah yang dihararapkan sudah tercapai, penderita harus tetap terus melakukan pemeriksaan dokter secara teratur setiap tiga sampai enam bulan, dan hal ini tergantung pada keadaan dan kondisi kesehatan pasien. Apakah pasien memiliki penyakit lain seperti gagal jantung dan kondisi kesehatan lainnya. 

No comments: