Google
 

Tuesday, May 6, 2008

APLIKASI "POSITRON EMISSION TOMOGRAPHY" DI BIDANG NEUROSAINS

>

Prof. Dr. Mahar Mardiono; Fak. Kedokteran Univ. Indonesia. Kemajuan pesat dan penemuan penemuan teknologi mutakhir di bidang rontgenologi (radiologi) telah banyakmendorong perkembangan ilmu-ilmuneurologi (neurosains). Fungsi susunan safar yang sangat kompleks masih belum seluruhnyadiketahui. Diharapkan, bahwa perkembangan di bidang radiologi, khususnya neuroradiologi, akan dapatmeningkatkan pengetahuan tentang otaknormal dan yang terkena penyakit sertamemacu kegiatan penelitian, tidak hanyadi bidang neurologi klinik, akan tetapijuga di bidang ilmu neurologi dasar.Sejak Wilhelm C. Rontgenmenemukan sinar-X, perkembangan dibidang radiologi mengalamikemajuan yangpesat, termasuk neuroradiologi, terutam adalam penemuan teknologibarn yang dapat memperlihatkan struktur, fisiologi clanpatologi serta fungsi otak. Pemeriksan rontgen kepala clan tulang punggung, walaupun hanya memperlihatkan keadaantulang menjadi suatu subspesialitasradiologi dan merupakan permulaanperkembangan neuroradiologi. Introduksiteknologi pembuatan foro rontgen denganmemakai kontras, yakni pneumoensefalografidengan kontras gas atauudara, mielografi dengan kontras iodiumdan arteriografi serebral telah banyakmengungkapkan keadaan patologik dalamsusunan safar pusat, namunmorfologiotak belum dapat diperlihatkan.Ditemukannya teknologi computedtomography (CT) merupakan suaturevolusi dalam bidang neuroirnijing. Kemudian disusul oleh Dynamic CT dan Xenon-CT untuk evaluasi perfusi otak danMRl (magnetic resonance imaging) serta MR angiografi untuk memperlihatkan morfologi otak clan struktur pembuluhdarah.CT clan MRl telah banyakmembantu meningkatkan pengertiantentang patologi yang mendasari berbagaipenyakit atau gangguan susunan safarpusat namun teknologi tersebut hanyadapat memperlihatkan struktur anatomiatau proses anatomi-patologik sesaat. Single Photon EmissionComputed Tomography (SPECT) yangkini sudah dirniliki oleh beberapa rumahsakit di Indonesia, yakni teknologi imijingdengan menyuntikkan radioisotop dapatmemberi informasi renting tentangperfusi otak dan aliran darah regionaldalam berbagai keadaan patologik.Penemuan teknologi irnijingmutakhir, yakni Positron EmissionTomography (PET) sekitar 15-20 tahunyang lalu memungkinkan penelitiantentang fungsi otak clan dapat memberiinformasi tentang proses biokirnia clanmetabolisme. PET adalah suatu teknikimajing yang memungkinkan pengukurandistribusi regional substansi radioaktifdalam irisan-irisan berbagai organ,termasuk otak. Sistem multi-irisantersebut memungkinkan rekonstruksi citratomografi dalam tiga demensi.(l) Dengandemikian dapat diharapkan, bahwa PETakan memegang peranan penting baikdalam penelitian tentang paragenesis clanpatofisiologi maupun dalam penangananpasien

No comments: